Tugas 1
klik disini
Tugas 2
klik disini
Tugas presentasi
klik disini
Senin, 04 November 2013
Rabu, 23 Oktober 2013
Pertanyaanmu~ Jawabanku~
Kali ini seorang lelaki
yang dekat denganku bertanya.
"Kenapa sih kamu bisa suka sama
dia?" tanyanya penasaran.
Dia yang dimaksudkan itu
adalah orang yang aku suka.
Orang yag bertanya adalah
orang yang sudah aku anggap seperti kakakku sendiri, kadang ada beberapa orang
yang menafsirkan bahwa kedekatan kami lebih dari seorang teman. Tapi hubungan
kami memang benar-benar sebatas berteman saja, kalau lebih itupun hanya
hubungan antar kakak dan adik semata.
Aku tersenyum saat
mendengar pertanyaan leleki yang akrab ku sapa kakak itu.
"Aku gak tau kenapa.
Tapi yang aku tau, mungkin karena dia baik." Kakakku hanya tersenyum saat
mendengarnnya, ia juga mengatakan kalau dia menjadi aku, dia pasti tak mau
repot-repot menyukai orang yang belum tentu menyukaiku.
"Aku tidak merasa di
repotkan, kak. Menyukainnya adalah suatu kesempatan yang diberikan Tuhan
untukku. Aku bersyukur kerana aku pernah mendapatkan kesempatan itu." Dia
menya mencibir saat mendengar perkataanku. Mungkin dia menganggapku terlalu
lebay. Tapi biarlah, ia mempunyai hak untuk menilai diriku, kalau masalah aku
tersinggung atau tidak, pasti aku akan menjawab. "Buat apa tersinggung.
Itu anggapan mereka tentangku. Jadi biarlah tetap begitu. Mungkin dengan
anggapan mereka bahwa aku ini lebay, aku menjadi tidak dilupakan oleh
mereka." xD
Aku dan kakakku kembali
berjalan menuju parkiran sepeda, kami berpisah karena arah kami pulang yang
berbeda.
TO BE CONTINUED ^^
Label:
celotehanku
Selasa, 22 Oktober 2013
Pertanyaanmu~ Jawabanku~
Seorang gadis
berumur 14 tahun bertanya padaku~
"Bagaimana first lovemu?" tanyannya dengan tampang tak berdosa.
Awalnnya aku hanya tersenyum lalu tertawa, tapi lama-kelamaan aku terlibat obrolan dengannya...
"Aku mulai memandanginya sejak SD, dia memiliki wajah yang manis, hanya itu yang aku ingat. Dia terlihat sebagai sosok kakak yang baik di mataku. Aku ingat saat itu aku pernah terluka, dia terlihat mengkawatirkanku, walaupun aku tak tau sebenarnnya ia benar-benar kawatir atau tidak." :D Ucapku.
"Aku dulu berteman baik dengannya, yah~ bisa dibilang sahabat. Kami terlihat dekat, kadang bermain kejar-kejaran, pukul-pukulan, akupun masih ingat saat dia mengajarkan satu trik memukul padaku, ia juga mengajarkanku begaimana cara berlari cepat. Mungkin karena ajarannya itu, sampai sekarang aku bisa menghindar dari kejaran anak-anak yang menjadi korban kejahilanku. Entahlah walaupun sudah bertahun-tahun lamannya, tapi aku masih saja mengingat hal itu." Ucapku lagi pada gadis itu, gadis berwajah imut itu hanya mampu tertawa dan menatapku dengan penuh arti. (arti mengejek)
"Walaupun banyak orang yang mengatakan bahwa itu tidak terlalu penting dan walaupun itu adalah sebuah hal kecil, tapi bagiku itu amat berarti. Karena ia pernah tinggal di hatiku, bisa di katakan sampai sekarang." Tambahku. "Mungkin hanya itu yang bisa aku ceritakan ke padamu." Kataku mengakhiri obrolan dengannya. Dia terlihat kecewa karena aku hanya memberinnya SEDIKIT tentang rahasiaku, aku terkekeh melihat ekspresi wajahnnya saat ia merengek agar aku mau melanjutkan ceritannya. Aku hanya mengatakan "Sudah dulu ceritannya, kapan-kapan dilanjutkan." Tapi yang tak bisa ku hindari adalah saat ia terus-terusan merengek dengan wajah memelasnnya, dan kalian pasti tau akibatnnya. Yaitu aku mengaku kalah dan melanjutkan ceritaku.
"Dia tampak seperti bintang, yang bersinar tapi sulit untuk di gapai. Aku hanya bisa melihatnnya dari jauh tanpa bisa merasakan kehadirannya." Gadis itu tersenyum mendengar celotehanku. "Dan jika aku dapat memutar waktu, aku ingin kembali ke masa saat aku dekat dengannya. Aku ingin mengatakan kata 'maaf' padanya. Kau tau? Dulu aku pernah melakukan kesalaha padannya, dan aku baru mengetahuinnya beberapa saat yang lalu. Aku belum sempat mengatakan maaf, bukan belum sempat tepatnnya, tapi belum berani untuk mengatakannya. Aku takut kalau dia tak dapat menerima permintaan maafku." Gadis itu menatapku dengan tatapan sendu. "Sudahlah, jangan menatapku dengan tatapan seperti itu. Ceritannya sampai sini dulu ya..." Gadis itu mengangguk patuh, mungkin karena merasa suasana hatiku sudah menjadi buruk. --"
TO BE CONTINUED ^^
"Bagaimana first lovemu?" tanyannya dengan tampang tak berdosa.
Awalnnya aku hanya tersenyum lalu tertawa, tapi lama-kelamaan aku terlibat obrolan dengannya...
"Aku mulai memandanginya sejak SD, dia memiliki wajah yang manis, hanya itu yang aku ingat. Dia terlihat sebagai sosok kakak yang baik di mataku. Aku ingat saat itu aku pernah terluka, dia terlihat mengkawatirkanku, walaupun aku tak tau sebenarnnya ia benar-benar kawatir atau tidak." :D Ucapku.
"Aku dulu berteman baik dengannya, yah~ bisa dibilang sahabat. Kami terlihat dekat, kadang bermain kejar-kejaran, pukul-pukulan, akupun masih ingat saat dia mengajarkan satu trik memukul padaku, ia juga mengajarkanku begaimana cara berlari cepat. Mungkin karena ajarannya itu, sampai sekarang aku bisa menghindar dari kejaran anak-anak yang menjadi korban kejahilanku. Entahlah walaupun sudah bertahun-tahun lamannya, tapi aku masih saja mengingat hal itu." Ucapku lagi pada gadis itu, gadis berwajah imut itu hanya mampu tertawa dan menatapku dengan penuh arti. (arti mengejek)
"Walaupun banyak orang yang mengatakan bahwa itu tidak terlalu penting dan walaupun itu adalah sebuah hal kecil, tapi bagiku itu amat berarti. Karena ia pernah tinggal di hatiku, bisa di katakan sampai sekarang." Tambahku. "Mungkin hanya itu yang bisa aku ceritakan ke padamu." Kataku mengakhiri obrolan dengannya. Dia terlihat kecewa karena aku hanya memberinnya SEDIKIT tentang rahasiaku, aku terkekeh melihat ekspresi wajahnnya saat ia merengek agar aku mau melanjutkan ceritannya. Aku hanya mengatakan "Sudah dulu ceritannya, kapan-kapan dilanjutkan." Tapi yang tak bisa ku hindari adalah saat ia terus-terusan merengek dengan wajah memelasnnya, dan kalian pasti tau akibatnnya. Yaitu aku mengaku kalah dan melanjutkan ceritaku.
"Dia tampak seperti bintang, yang bersinar tapi sulit untuk di gapai. Aku hanya bisa melihatnnya dari jauh tanpa bisa merasakan kehadirannya." Gadis itu tersenyum mendengar celotehanku. "Dan jika aku dapat memutar waktu, aku ingin kembali ke masa saat aku dekat dengannya. Aku ingin mengatakan kata 'maaf' padanya. Kau tau? Dulu aku pernah melakukan kesalaha padannya, dan aku baru mengetahuinnya beberapa saat yang lalu. Aku belum sempat mengatakan maaf, bukan belum sempat tepatnnya, tapi belum berani untuk mengatakannya. Aku takut kalau dia tak dapat menerima permintaan maafku." Gadis itu menatapku dengan tatapan sendu. "Sudahlah, jangan menatapku dengan tatapan seperti itu. Ceritannya sampai sini dulu ya..." Gadis itu mengangguk patuh, mungkin karena merasa suasana hatiku sudah menjadi buruk. --"
TO BE CONTINUED ^^
Label:
celotehanku
Sabtu, 19 Oktober 2013
Larangan penggunaan assesoris bagi siswa putra
LARANGAN MENGGUNAKAN ASSESORIS BAGI SISWA PUTRA
Selama
saya bersekolah di SMP PIUS GOMBONG, saya selalu bingung dengan satu
pertanyaan, yaitu “Kenapa siswa putra dilarang menggunakan assesoris?” padahal
kalau dilihat-lihat menggunakan assesoris seperti gelang untuk anak cowok itu
tidak ada salahnnya, karena itu sedang menjadi tren di kalangan anak remaja jaman
sekarang.
Tapi saya akan
mencoba melihat dari sudut lain tentang larangan bagi siswa putra menggunakan assesoris.
Kenapa sih harus di tetapkan peraturan tersebut?
Agar para murid-murid, terutama siswa putra
menjadi lebih rapi dalam berpakaian, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak
diinginkan (seperti perampokan).
Apakah peraturan tersebut sudah dilaksanakan dengan
baik?
Belum, buktinya kita masih bisa melihat beberapa
siswa putra menggunakan gelang ataupun kalung. Walaupun sudah ada yang pernah
di sita, tetap saja itu tidak dapat membuat mereka jera.
Apa bukti bahwa siswa putra dilarang menggunakan
assesoris?
Adannya peraturan dalam buku tata tertib BAB
III PASAL 1 TENTANG LARANGAN BAGI PESERTA DIDIK NO 4, yaitu bahwa siswa
putra DILARANG menggunakan assesoris seperti gelang, kalung, atau sejenisnya.
Bagaimana cara guru untuk mengatasi pelanggaran para
siswa?
Cara guru untuk mengatasin pelanggaran siswa
tersebut adalah dengan pemberian poin 1 kepada siswa yang melakukan pelanggaran
dan assesoris yang digunakan tersebut akan disita secara permanen atau
sementara (sesuai dengan “PEDOMAN PENILAIAN TERHADAP PELANGGARAN” dalam buku
tata tertib tentang berbusana sekolah dan cara berdandan no.10)
"OPINI
SISWA PUTRA”
Apa perlu sih di
tetapkan peraturan tersebut?
Setelah
melakukan survei ke beberapa siswa putra, ternyata antara yang setuju adannya
peraturan dan tidak setuju adannya peraturan kedudukannya seimbang. 50%
mengatakan “perlu” dan 50% lainnya mengatakan tidak perlu.
Bagaimana
tanggapan mereka tentang peraturan tersebut?
Ada yang
mengatakan bahwa sebenarnnya siswa putra boleh-boleh saja menggunakan assesoris
seperti gelang, asal jangan berlebihan seperti emas, berlian, atau sejenisnnya.
Tapi ada juga yang mengatakan bahwa siswa putra tidak boleh menggunakan gelang
atau semacamnnya agar tidak terlihat seperti berandalan atau pun agar tidak
terjadi tindak kriminal seperti perampokan yang marak terjadi.
Jadi,
apakah perlu siswa putra menggunakan assesoris? Apakah kita harus mengikuti
tren? Atau peraturan yang berlaku?
"SARAN
SAYA SEBAGAI SALAH SATU SISWA”
Saya
menyarankan agar siswa putra diperbolehkan menggunakan assesoris, tapi hanya
boleh menggunakan satu saja, tidak lebih. Mereka juga dilarang menggunakan
gelang atau kalung yang terbuat dari emas atau semacamnnya, jadi mereka hanya
diperbolehkan menggunakan gelang yang terbuat dari plastik yang sedang marak di
kalangan remaja saat ini saja.
Demikian
kritik dan saran saya sebagai salah satu siswa di SMP PIUS, maaf jika ada kata
yang tidak berkenan, saya meminta maaf. Saya juga berharap dengan cretan kecil
saya ini dapat membangun relasi yang baik antara guru dan murid. Terima kasih~
Label:
PR
PEKERJAAN RUMAH TIK
Final AFF Cup U-19: Indonesia vs Vietnam
Indonesia Juara!!!
Windi Wicaksono - Okezone
Minggu, 22 September 2013 22:59 wib
Setelah bermain 120 menit, tidak ada gol tercipta dari kedua hingga pertandingan harus diusdahi melalui tos-tosan atau drama adu penalti. Ilham Udin yang menjadi algojo pamungkas mampu menuntaskan tugasnya dengan sempurna sekaligus menyudahi dahaga gelar Merah Putih turnamen internasional.
Jalannya pertandingan
Sejak peluit kick-off dibunyikan, baik Indonesia maupun Vietnam berupaya membongkar pertahanan lawan. Vietnam mencoba memainkan umpan-umpan pendek untuk masuk ke pertahanan Garuda Muda.
Sementara serangan Indonesia terlihat belum maksi mal pada 15 menit babak pertama. Rapatnya barisan lini belakang Vietnam sulit ditembus Evan Dimas cs.
Beberapa kali serangan dari kaki Ilham Udin dan Evan Dimas mentah di kaki para bek Vietnam, dan dengan cepat mereka melakukan serangan balik. Pada menit ke-27, sepakan Nguyen C Phuong masih bisa diamankan oleh kiper Indonesia, Ravi Murdianto.
Para pemain Vietnam bermain dengan tempo cepat, dan kerapkali lini belakang Indonesia kewalahan menghadapinya. Peluang berbahaya kembali di diapat Vietnam pada menit ke-36, tapi Ravi mampu menepis bola hingga hanya menghasilkan sepak pojok.
Meski Indonesia sedikit lebih banyak dalam penguasaan bola, tapi serangan Vietnam terlihat lebih berbahaya. Hingga babak pertama berakhir, skor 0-0 belum berubah.
Babak kedua
Tim asuhan Indra Sjafri mencoba mengubah gaya permainan mereka memasuki babak kedua, tapi pertahanan Vietnam berlapis. Malah gawang Indonesia nyaris kebobolan pada menit ke-51 lewat tendangan bebas Nguyen Phuong, beruntung bola masih ditepis Ravi.
Indonesia mendapat peluang melalui Evan Dimas pada menit ke-55 memanfaatkan blunder pemain belakang Vietnam tapi bola masih melambung. Semenit kemudian, giliran sepakan spekulasi Zulfiandi yang tidak menemui target.
Vietnam kembali menekan pertahanan Indonesia, sebuah tendangan dari Van Tanh masih bisa dibendung oleh Ravi, yang malam ini tampil cukup gemilang. Indonesia membalas pada menit ke-68, usai melakukan penetrasi, Maldini mengirim umpan mendatar, sayang Ilham Udin berdiri di posisi yang tidak tepat untuk menyambar bola.
Perlahan, Indonesia mulai mendominasi permainan, tekanan terus dilancarkan oleh Evan Dimas cs melalui berbagai sisi. Tapi sekali lagi, lini belakang Vietnam bermain disiplin, sepakan Ilham Udin pada menit ke-78 masih bisa diblok bek mereka. Kemudian, tendangan bebas oleh Zulfiandi masih melambung di atas mistar gawang Vietnam yang dikawal Truong.
Sepakan keras Maldini pada menit ke-88 juga masih bisa diblok para pemain belakang Vietnam. Hingga babak kedua usai, belum ada gol yang tercipta dalam laga ini sehingga harus dilanjutkan melalui perpanjangan waktu.
Perpanjangan waktu
Indonesia langsung menekan ke pertahanan Vietnam, tapi kembali dimentahkan pemain belakang The Red Warriors –julukan Vietnam. Para pemain Vietnam sendiri lebih banyak menunggu saat yang tepat untuk melakukan serangan balik ke pertahanan Garuda Muda.
Tendangan bebas didapat Indonesia pada menit ke-102, sayang sepakan dari Evan Dimas masih melambung di atas mistar gawang Vietnam. Sampai 15 menit pertama perpanjangan waktu, skor masih 0-0.
Kondisi kelelahan terlihat dari kedua tim, tempo permainan menurun. Indonesia bermain lebih menekan, namun belum ada serangan yang berbahaya. Vietnam yang belakangan lebih mengandalkan serangan balik juga gagal mencetak gol.
Untuk melihat video laga babak pertama dan kedua, klik di sini
Peluang diperoleh Vietnam pada menit ke-114 dari Nguyen Anh, tapi sepakannya masih menyamping karena membentur bek Indonesia. Indonesia membalas lewat Maldini pada menit ke-118, sayang tendangan kaki kirinya terlalu lemah dan bisa ditangkap kiper Vietnam. Hingga 120 menit selesai, masih belum juga tercipta gol. Pertandingan dilanjutkan dengan adu penalti.
Di babak adu penalti, Indonesia sempat dibuat cemas ketika tendangan sang kapten Evan Dimas dan Zulfiandi gagal, dan membuat Indonesia berada dalam posisi tertekan. Namun, Ravi Murdianto melakukan aksi ciamik dengan mementahkan tembakan penendang kedua dan keempat Vietnam dan membuat kedudukan kembali sama kuat. Dan pada penendang terakhirnya Vietnam gagal, sementara eksekutor kedelapan Indonesia, Ilham Udin Armaiyn jadi pahlawan dengan golnya. Menang 7-6, Indonesia akhirnya mengukir sejarah dengan jadi juara untuk kali pertama sejak AFF U-19 digulirkan pada 2002. Selamat Garuda Muda!!
Drama adu penalti Indonesia vs Vietnam klik di sini
Adu penalti Indonesia vs Vietnam
Vietnam: Gol, gagal, gol, gagal, gol, gol, gol, gol, gagal = 6
Indonesia: Gol, gagal, gagal, gol, gol, gol, gol, gol, gol = 7
Susunan line up kedua tim:
Indonesia: Ravi Murdianto, Putu Gede, Shahrul, Hansamu, Fathur, Zulfiandi, Hargianto, Evan Dimas (C), Dinan, Ilham, Mukhlis
Vietnam: Truong, Song,Dong Trieu, Van Khanh, Nguyen Phong, Nguyen Anh, Duc Huy,Van Tanh, Xuan Troang (C), Nguyen C Phuong, Nguyen Van Toan
Sumber : http://bola.okezone.com/read/2013/09/22/51/870066/indonesia-juara
Pendapat saya mengenai berita tersebut :
Sebagai orang Indonesia saya bangga dan merasa
senang karena persepakbolaan Indonesia telah membuktikan bahwa Indonesia tidak
bisa hanya dipandang sebelah mata. Semoga, ini menjadi langkah awal bagi timnas
untuk maju ke tingkat internasional.
Menurut saya, kunci dari kemenangan Indonesia
adalah kerjasama tim yang apik dan kegigihan setiap pemain. Saya berharap itu
tidak hanya terdapat dalam tim U-19 saja, tapi seluruh tim sepak bola di Indonesia.
Saya juga sangat salut kepada pelatih U-19, Indra
Sjafri yang sabar dalam melatih anak-anak didiknya, sampai menjadi pemenang
seperti saat ini. Saya berharap agar masyarakat Indonesia selalu mendukung
timnas saat menang, maupun saat sedang terpuruk.
Saya berharap agar Indonesia tidak langsung
puas dengan hasil yang sudah diterima sekarang, tapi terus berusaha untuk
mendapatkan yang lebih baik dan dapat mengharumkan nama bangsa
Indonesia.Semogga kebanggaan bangsa Indonesia bisa menjadi pemicu semangat
timnas. ^^
Label:
PR
Langganan:
Postingan (Atom)
