Tampilkan postingan dengan label celotehanku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label celotehanku. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 Desember 2013

PERTANYAANMU~ JAWABANKU~

Sekrang sudah penghujung tahun 2013.
Aku dan “dia” sekarang bertambah dekat. Ya bisa dikatakan aku sudah kembali menjalin hubungan pertemanan yang baik lagi dengannya. Kami di sekolah sama sekali tak menganggap satu sama lain atau mungkin hanya aku yang menganggapnya.
Kami jarang ngobrol, tapi kadang kami saling menyapa lewat pesan singkat atau “sms”.
Kalian masih ingan gadis berumur 14 tahun yang pernah aku ceritakan itu? Dia sering sekali merecokiku dengan pertanyaan-pertanyaan tentang “apa isi smsku dengan dia”
Aku hanya tersenyum sambil berkata “kepo lo” dan gadis itu hanya mendengus kesal. :D
Tak mau membuatnya kesal padaku akhirnya aku bercerita kepadanya.
“Kalau kami sms-an itu gak penting, kadang malah hanya ejek-ejekan.” Jawabku sambil tersenyum kecil, sedangkan gadis itu malah tertawa. Lalu aku lanjutkan ceritanya, “Waktu aku uang tahun kemarin, kami sempat marahan. Dan kamu tau? Aku tidurnya sama sekali gak nyaman, jam 1 pagi bangun, jam 3 pagi bangun, jam 5 pagi bangun. Aku merasa bersalah, gara-gara sudah buat dia kesal.” Gadis itu malahan semakin keras tertawanya. Aku sempat menegurnya untuk tidak tertawa kalau ceritanya masih mau dilanjutkan, alhasil akhirnya dia diam.
“Paginya aku mencoba menghubunginya lagi, tapi hpnya masih belum aktif.” Lanjutku sambil tersenyum kecil karena mengingat kejadian itu. “Tapi sepulang gereja aku mencoba menghubunginya lagi, dan ternyata bisa. Dan apa kamu tau? Ternyata dia mengerjaiku, dia sama sekali tidak marah. Aku yang tau itu langsung saja tersenyum karena berhasil dibodohinya, padahal rencana awal aku mau mengerjainya, tapi malah aku yang dikerjain.” -___-
Gadis itu kembali tertawa, tapi aku tak menyuruhnya untuk diam karena biar dia puas dulu. Setelah kembali puas tertawa, dia berekspresi seperti mengatakan ‘lanjutkan ceritanya’. Tapi aku hanya tersenyum sambil mengatakan “CUKUP SAMPAI DI SINI.” Setelah mengatakan itu, aku lari keluar kelas karena pada saat itu sedang jam istirahat. Kalian pasti taukan, kalau aku berlari pergi agar dia tidak merengek minta dilanjutkan ceritanya. xD

TO BE CONTINUED ^^

Rabu, 23 Oktober 2013

Pertanyaanmu~ Jawabanku~


Kali ini seorang lelaki yang dekat denganku bertanya.
 "Kenapa sih kamu bisa suka sama dia?" tanyanya penasaran.
Dia yang dimaksudkan itu adalah orang yang aku suka.
Orang yag bertanya adalah orang yang sudah aku anggap seperti kakakku sendiri, kadang ada beberapa orang yang menafsirkan bahwa kedekatan kami lebih dari seorang teman. Tapi hubungan kami memang benar-benar sebatas berteman saja, kalau lebih itupun hanya hubungan antar kakak dan adik semata.
Aku tersenyum saat mendengar pertanyaan leleki yang akrab ku sapa kakak itu.
"Aku gak tau kenapa. Tapi yang aku tau, mungkin karena dia baik." Kakakku hanya tersenyum saat mendengarnnya, ia juga mengatakan kalau dia menjadi aku, dia pasti tak mau repot-repot menyukai orang yang belum tentu menyukaiku.
"Aku tidak merasa di repotkan, kak. Menyukainnya adalah suatu kesempatan yang diberikan Tuhan untukku. Aku bersyukur kerana aku pernah mendapatkan kesempatan itu." Dia menya mencibir saat mendengar perkataanku. Mungkin dia menganggapku terlalu lebay. Tapi biarlah, ia mempunyai hak untuk menilai diriku, kalau masalah aku tersinggung atau tidak, pasti aku akan menjawab. "Buat apa tersinggung. Itu anggapan mereka tentangku. Jadi biarlah tetap begitu. Mungkin dengan anggapan mereka bahwa aku ini lebay, aku menjadi tidak dilupakan oleh mereka." xD
Aku dan kakakku kembali berjalan menuju parkiran sepeda, kami berpisah karena arah kami pulang yang berbeda.

TO BE CONTINUED ^^

Selasa, 22 Oktober 2013

Pertanyaanmu~ Jawabanku~

Seorang gadis berumur 14 tahun bertanya padaku~
"Bagaimana first lovemu?" tanyannya dengan tampang tak berdosa.
Awalnnya aku hanya tersenyum lalu tertawa, tapi lama-kelamaan aku terlibat obrolan dengannya...

"Aku mulai memandanginya sejak SD, dia memiliki wajah yang manis, hanya itu yang aku ingat. Dia terlihat sebagai sosok kakak yang baik di mataku. Aku ingat saat itu aku pernah terluka, dia terlihat mengkawatirkanku, walaupun aku tak tau sebenarnnya ia benar-benar kawatir atau tidak." :D Ucapku.

"Aku dulu berteman baik dengannya, yah~ bisa dibilang sahabat. Kami terlihat dekat, kadang bermain kejar-kejaran, pukul-pukulan, akupun masih ingat saat dia mengajarkan satu trik memukul padaku, ia juga mengajarkanku begaimana cara berlari cepat. Mungkin karena ajarannya itu, sampai sekarang aku bisa menghindar dari kejaran anak-anak yang menjadi korban kejahilanku. Entahlah walaupun sudah bertahun-tahun lamannya, tapi aku masih saja mengingat hal itu." Ucapku lagi pada gadis itu, gadis berwajah imut itu hanya mampu tertawa dan menatapku dengan penuh arti. (arti mengejek)
"Walaupun banyak orang yang mengatakan bahwa itu tidak terlalu penting dan walaupun itu adalah sebuah hal kecil, tapi bagiku itu amat berarti. Karena ia pernah tinggal di hatiku, bisa di katakan sampai sekarang." Tambahku. "Mungkin hanya itu yang bisa aku ceritakan ke padamu." Kataku mengakhiri obrolan dengannya. Dia terlihat kecewa karena aku hanya memberinnya SEDIKIT tentang rahasiaku, aku terkekeh melihat ekspresi wajahnnya saat ia merengek agar aku mau melanjutkan ceritannya. Aku hanya mengatakan "Sudah dulu ceritannya, kapan-kapan dilanjutkan." Tapi yang tak bisa ku hindari adalah saat ia terus-terusan merengek dengan wajah memelasnnya, dan kalian pasti tau akibatnnya. Yaitu aku mengaku kalah dan melanjutkan ceritaku.

"Dia tampak seperti bintang, yang bersinar tapi sulit untuk di gapai. Aku hanya bisa melihatnnya dari jauh tanpa bisa merasakan kehadirannya." Gadis itu tersenyum mendengar celotehanku. "Dan jika aku dapat memutar waktu, aku ingin kembali ke masa saat aku dekat dengannya. Aku ingin mengatakan kata 'maaf' padanya. Kau tau? Dulu aku pernah melakukan kesalaha padannya, dan aku baru mengetahuinnya beberapa saat yang lalu. Aku belum sempat mengatakan maaf, bukan belum sempat tepatnnya, tapi belum berani untuk mengatakannya. Aku takut kalau dia tak dapat menerima permintaan maafku." Gadis itu menatapku dengan tatapan sendu. "Sudahlah, jangan menatapku dengan tatapan seperti itu. Ceritannya sampai sini dulu ya..." Gadis itu mengangguk patuh, mungkin karena merasa suasana hatiku sudah menjadi buruk. --"

TO BE CONTINUED ^^